Puisi
Sendu
Oleh. Lusiyana A.
Dalam derai kerinduan, dalam dekap
penantian yang panjang
Ku pejamkan mata, kuhirup nafas panjang,
lalu ku keluarkan
Alhamdulillah… Ucap syukur dari bibir yang
sering berucap cela
Mataku terbuka, mata yang sering memandang
hal batil
Ku lihat sekelilingku bersuka cita
menyambut Ramadhan yang tiba
Rasa bahagia terasa karena kesempatan yang
diberikan oleh Sang Maha Kuasa
Senyum bahagia seketika pudar
Terlintas dalam ingatan akan banyaknya dosa
Mata, mulut, hati dan semua kejahilan dari
tubuh ini
Mulailah tertunduk wajah yang kusam
Mengingat kebelakang tentang apa yang
pernah dilakukan
Betapa jahil tangan ini untuk memukul
Betapa keji bibir ini untuk mengumpat
Betapa nista hati ini untuk memendam iri
Ya Rabb ku…
Berapa banyak orang yang tersakiti oleh
tanganku
Berapa banyak orang yang tersakiti oleh
ucapanku
Berapa banyak dosa dalam tanggunganku
Ya Rabb ku…
Air mata ini tak mampu menghapus kejahilan
yang pernah ku lakukan
Sendu yang kurasa, sesak yang ada dalam
dada
Adalah pilu yang terbuka dalam renung malam
penuh kesepian
Aku sendiri malam ini
Hanya aku bersama pemilik hati yang sejati
Komentar
Posting Komentar