Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Puisi

Sendu Oleh. Lusiyana A. Dalam derai kerinduan, dalam dekap penantian yang panjang Ku pejamkan mata, kuhirup nafas panjang, lalu ku keluarkan Alhamdulillah… Ucap syukur dari bibir yang sering berucap cela Mataku terbuka, mata yang sering memandang hal batil Ku lihat sekelilingku bersuka cita menyambut Ramadhan yang tiba Rasa bahagia terasa karena kesempatan yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa Senyum bahagia seketika pudar Terlintas dalam ingatan akan banyaknya dosa Mata, mulut, hati dan semua kejahilan dari tubuh ini Mulailah tertunduk wajah yang kusam Mengingat kebelakang tentang apa yang pernah dilakukan Betapa jahil tangan ini untuk memukul Betapa keji bibir ini untuk mengumpat Betapa nista hati ini untuk memendam iri Ya Rabb ku… Berapa banyak orang yang tersakiti oleh tanganku Berapa banyak orang yang tersakiti oleh ucapanku Berapa banyak dosa dalam tanggunganku Ya Rabb ku… Air mata ini tak mampu menghapus kejahilan yang pernah ku la...

AWAL

Rangkaian kata yang aku tulis mungkin tak seindah purnama yang menghias malam. Tak seterang mentari yang bersinar dipagi hari. Namun dengan menulis aku mampu merangkai kata yang tidak dapat aku ungkapkan. Mampu mengungkap rasa yang sempat terkubur dalam renungan. Menulis juga membuatku menghidupkan khayalan yang melayang dalam kesendirian. Aku masih belajar. Benar-benar dari awal. 😊